7 Alasan Programmer Disukai Calon Mertua

Akhir-akhir ini gw menerima banyak undangan resepsi pernikahan. Mungkin memang setelah 1-2 tahun lulus kuliah, gw bakal lebih sering menerima hal-hal kaya ginian. Wajar. Sampai gw sadari satu hal dari tumpukan undangan tersebut: kebanyakan dari calon pengantinnya tidak bekerja sebagai programmer!

Dari sekian banyak teman dan senior gw, hanya 1 orang programmer that recently got married. Oh God! Padahal banyak dari mereka banyak yang sudah pacaran sekian tahun!

Kemungkinan terburuk yang terpikirkan adalah: mereka tidak, atau belum, disukai calon mertua mereka! Untunglah, dengan segala kekerenan gw, gw menyiapkan argumen-argumen maut yang bisa kalian para programmer pakai untuk meyakinkan calon mertua kalian. Gw yakin kalian para programmer juga belum menyadari bahwa kualitas diri kalian jauh lebih baik daripada sifat atau sikap yang gw tulis di artikel ini. Check it out!

Pencari Solusi

Menjadi programmer mengharuskan seseorang terbiasa mencari solusi untuk setiap masalah yang ditemui di kantor. Kepentingan pribadi biasa mereka kesampingkan demi menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Bagi seorang programmer, membiarkan suatu masalah tergeletak tanpa sepaket itu merobek harga diri mereka.

Sifat pencari solusi ini sangatlah baik untuk ‘dijual’ ke calon mertua. Mereka tentu lebih suka seorang pencari solusi dibandingkan seorang pencari masalah. Betul tidak?

 

Pintar dan Banyak Tahu

Para calon mertua tentu ingin cucunya lucu dan pintar. Sifat yang kedua ini 30%-nya adalah faktor genetis dan sisanya adalah faktor lingkungan (orang tua dan sumber pengetahuan lainnya). Untungnya, kedua faktor tersebut dikuasai dengan baik oleh programmer.

Tuntutan self-learning yang tinggi selalu tercatat di job specification programmer. Setiap ada project yang membutuhkan teknologi baru, programmer adalah ujung tombak akuisisi teknologi tersebut. Programmer umumnya juga pintar dan memiliki pengetahuan yang luas. Mereka juga mampu menggali informasi lebih baik, terutama di Internet. Kalaupun nggak pintar-pintar banget, yah at least programmer itu terlihat pintar dengan kacamata minus 3.5-nya. 😀

Programmer pun terbiasa mengajarkan kungfu sakti mandraguna-nya ke programmer baru dalam tim. Mereka mampu menjelaskan dengan sabar, rinci dan detail, sampai para programmer baru tersebut mampu memahami cara kerja yang baik dan benar. Keterbiasaan dalam mengajar ini merupakan poin penting dalam membesarkan anak. Para calon mertua pasti menginginkan calon menantu yang seperti ini.

 

Mengerti Komputer dan Selalu Update 

Programmer hidup di lingkungan yang nggak bakal jauh dari internet. Dan pada saat ini, media yang paling cepat untuk menyebarkan informasi adalah internet! Para programmer ini pasti adalah orang-orang yang terlebih dahulu mengetahui berita terbaru. Baik itu tentang Higgs-Boson, Samsung yang kalah banding melawan Apple, mahasiswa Binus yang merampok AlfaMidi, ataupun lukisan Jesus yang tidak sengaja dirusak nenek-nenek berumur 80 tahun.

Terlebih lagi, programmer dapat diandalkan ketika sang calon mertua ingin membeli smartphone atau komputer baru. Tinggal sebut berapa budget yang tersedia dan kriteria yang diinginkan. Voila! Langsung deh dikasih tau mana yang paling bagus! Kadang para programmer pun rela angkat-angkat dan ngerakitin komputer demi mengambil hati si calon mertua.

Kalau komputernya rusak, hapenya rusak, atau internet mati, calon mertua tinggal minta benerin ke si calon menantu! Efisien sekali bukan?

Mertua: “Komputer Om aneh nih, tiba-tiba lamban.”

Programmer: “Terakhir kali diinstal apa Om?”

Mertua: “Nggak, cuma browsing-browsing aja. Coba kamu cek.”

Programmer: “Ok, Om.” –Demi kawin sama anak Om, daku rela jadi tukang service.

…..

Programmer: “Om, ada virus om ternyata dari website XXXblondeXXX.com. Om kalau udah tua jangan buka-buka website kaya gitu ya. Inget umur.” 😐

Mertua: “Itu si Mama yang buka. Kalau om XXXhot-teenXXX.com. Free download gak pake lama.” 😐

Programmer: 😐 *high-five programmer dan mertua*

 

Penyabar

Dengan lebih dari 100.000 kasus KDRT setiap tahunnya di Indonesia, para calon mertua tentunya tidak ingin anaknya menjadi korban berikutnya.

Programmer terlatih untuk bersabar menghadapi bos sendiri dan klien. Mereka terbiasa kerja lembur tanpa adanya bonus dari atasan. Kalau programmer marah, biasanya mereka melampiaskannya ke komputer atau smartphone mereka. Kekerasan fisik tidak mereka pilih karena sudah terlalu lelah dengan pekerjaan kantor. Ternyata sifat penyabar ini juga berguna juga untuk menghadapi si calon mertua.

Temen Sekantor: “Mertua gw banyak banget maunya. Minta gw beli kereta bayi buat calon bayi gw lah. Minta siapin obat-obatannya lah.

Lo: “Yah, bro, baru gitu aja udah protes. Klien gw lebih banyak maunya dibandingkan calon mertua gw! Dikit-dikit ganti requirement, padahal mestinya udah di-lock. Lo bayangin aja, masa si Klien bla bla bla bla bla”

… curcol berlanjut 30 menit kemudian …

 

Deadline Itu Biasa

Deadline? Come at me bro.

Jadwal yang ketat, dan load kerjaan yang tinggi merupakan makanan sehari-hari bagi programmer. Deadline pun bukan sesuatu yang baru, dan programmer bahkan terbiasa dengan deadline yang dimaju-majukan si Bos biar klien senang.

“Deadline punya rumah? Siap lembur Om!”

“Deadline punya motor? Nyicil dari sekarang juga bisa Tante!”

“Deadline punya mobil? Bukan masalah, Om, Tante!”

Semua programmer pasti semangat untuk memenuhi deadline tersebut. Namun gw yakin yang bakal paling semangat dikerjain programmer itu deadline punya anak. =D

Menguasai Banyak Bahasa

Bahasa para programmer

Calon menantu yang bekerja bukan sebagai programmer, umumnya hanya menguasai maksimum 3 bahasa: Indonesia, Inggris, dan bahasa daerah masing-masing. Beda dengan programmer, yang pasti memiliki tambahan minimal 3 bahasa lagi. Bisa Java, PHP, Assembly, C, atau sekedar HTML.

Keren

Programmer harus keren

Programmer itu keren! Well, mungkin nggak semuanya, atau mungkin cuma gw. Tapi karena gw nggak enak, takut dibilang sombong, gw bilang semua programmer itu keren.

Secara overall, it is programmers who shape the world nowadays! Google, Facebook, Apple, Microsoft, Oracle, IBM, dan perusahaan IT besar lainnya otak dan jantungnya adalah programmer! Augmented reality, online banking, mobile payment system, social media, dan semua software berguna lainnya, semua punya cap “Programmers were here!” di dalamnya. Programmer memang keren!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s