5 Hal Kecil Yang Membahagiakan Programmer


Manusia dalam hidup selalu mencari kebahagiaan. Namun, kita cenderung mengingat kebahagiaan besar yang kita miliki, sedangkan kebahagiaan-kebahagiaan kecil kita lalui begitu saja. *lagi bijak*

Karena gw adalah seorang programmer (at least masih sering ngoding sampe sekarang), gw pengen mencoba membuat daftar top 5 hal kecil yang membahagiakan kaum programmer. Dan hasilnya adalah seperti di bawah ini. Check it out!

Dikasih Cemilan Pas Koding

Dikasih Cemilan Pas Ngoding

Programmer kalau sudah asik ngoding males beli makanan. Kalo ada yang ngasih cemilan, lo pasti bakal lebih semangat ngoding! Cemilannya bisa apa aja, mulai dari kripik singkong, pop corn, brownies, kue tanpa blueberry atau blackberry, sampai es krim!

Ada 2 orang yang bisa memberikan rasa lebih terhadap pemberian cemilan tersebut. Pertama, manager. Kedua, pacar atau gebetan. Kalau manager yang kasih, lo bakal merasa bahagia karena merasa diayomi atasan. Walau sebenernya lo sadar kalo mungkin si manager mau majuin deadline.

Kalau pacar yang kasih, lo bakal merasa diperhatiin banget. Jangan lupa bales perhatiannya dengan manja-manjain doi setelah koding selesai ya. Lo juga bisa gombalin dia dengan gombalan yang ada di sini. Inget, satu atau dua gombalan cukup. :]

Program Jalan Pada Compile-an Pertama

Program Jalan Pada Compile-an Pertama

Nggak ada yang lebih indah daripada ini. Selesai ngetik, lo pencet itu tombol compile, dan nggak ada compile error. Pas lo ngetes fungsinya, eh, jalan juga!

Serasa jatuh cinta pada pandangan pertama. Sempurna.

 

Dapet Klien Tajir, Royal dan Gak Neko-neko 

Klien Tajir, Royal, dan Nggak Neko-neko

Bayar project on time. Budget besar. Orangnya friendly, asik diajak ngobrol, dan bisa ngasih masukan. Dia juga oke-oke aja terhadap program yang lo bikin selama fungsinya jalan.

Klien seperti ini jarang banget. Dalam seumur hidup, lo bakal menemui yang tajir, royal, dan gak neko-neko cuma dua atau tiga kali.

Client: “Saya mau bikin website company profile, tapi budget saya cuma 200 juta. Bisa gak?”

Lo: “…” 😐

Client: “Oh, nggak bisa ya? Saya tambahin jadi 300 juta masih belom cukup?”

Lo: “Bisa Pak. By the way, punya anak cewek yang belom nikah gak?” 😐

Seterusnya semuanya smooth, komunikasi lancar, dan projectnya deal. Dan bakal lebih bahagia lagi kalau kliennya kaya gini:

Lo: “Pak, desain homepage yang ini cukup oke?”

Client: “Wuih, bagus banget. Futuristik. Saya suka. Oke, go.”

Lo: “Oke Pak. Ada saran atau apalagi gak?”

Client: “Mengenai pertanyaan kamu waktu itu nih.”

Lo: “Yang soal domain namenya ya Pak?”

Client: “Bukan, tentang anak perempuan saya. Katanya dia mau kenalan sama kamu. Cantik loh, banyak yang ngejar.”

Lo: “Oke Pak. Saya mampir ya pas weekend.” *Pasang tampang cool*

Lo akhirnya sadar kenapa lo bisa diminta buat kenalan sama anaknya. Habis itu, lo nggak berenti nyengir dari lo nyetir buat pulang, mandi, sampe lo tidur.

Pulang Kerja Sebelum Matahari Terbenam

Pulang Kerja Sebelum Matahari Terbenam

Buat programmer yang masih ngantor, apalagi anak Accenture, hal ini mungkin merupakan keajaiban yang datang sebulan sekali. Biasanya lo pula pas Jakarta udah nggak macet, sekarang lo bahagia bisa kena macet layaknya manusia normal Jakarta. Biasanya lo susah kalo diajak temen jalan, sekarang lo bisa ikutan. Biasanya pas pulang istri udah tidur, sekarang masih bisa diajak maen 3 ronde. Indah banget.

Ada juga sih programmer yang habis pulang langsung koding lagi. Kalo lo kaya gitu, komen di bawah! Gw penasaran ada berapa banyak. Hahaha!

Dibanggakan Orang Tua

Dibanggakan Orang Tua

Hidup menjadi programmer memang tidak mudah. Banyak sekali tantangan yang dihadapi, termasuk dari keluarga sendiri. Beberapa dari kami, kaum programmer, bahkan harus bertentangan dengan orang tua ketika memilih jalan hidup sebagai programmer.

Lo: “Papa, aku pengen jadi programmer!”

Bokap: “APA??? Durhaka kamu! Kamu harus jadi paranormal!”

Lo: “Ini hidup aku, Pa! Hidup programmer yang telah memilih aku!”

Bokap: “Programmer itu hina, nak! Gajinya kecil! Ki Joko Bodo sekali dapet klien bisa beli rumah. Kalo kamu bisa beli apa? Permen?”

Lo: “Papa nggak pernah ngerti!“ *berlari ke kamar sambil terisak lalu membanting pintu*

Dramatis banget. Cocok dijadiin sinetron.

Sampe suatu hari, ketika lo udah menjadi sarjana komputer, terus lo dapet kerja di perusahaan yang cukup besar, lo mampu hidup mandiri dan bahkan mengirim uang ke orang tua. Lo mungkin bakal mendengar ini.

Saudara/Temen Bokap: “Bro, bokap lo nih. Happy banget mukanya pas dia ceritain tentang lo. Katanya lo udah sukses dan jadi eksekutif muda ya?”

Lo: “Yang bener bro?”

Cessss~~ Ada rasa senang karena bisa bikin bokap/nyokap bangga. Hal simple, tapi berarti banget. Memang bahagia itu sederhana.

——————————————————————–

Bonus dari Temen: Ngoding HardCode Nggak Ketauan Bos

Hahahahaha! Speechless gw. Ini joke programmer banget. Temen gw ini sering gila bareng waktu kuliah, yang ternyata sampe sekarang masih gila walaupun gw udah waras.

——————————————————————–

Yang gw daftarin di sini baru 5. Masih banyak yang bisa lo temukan kalau lo mencoba melihat diri lo sendiri. Dan setelah lo temukan, syukurilah kebahagiaan kecil tersebut, karena bisa jadi nggak setiap hari lo merasakannya.

Anjrit. Gw walaupun ganteng ternyata bijak banget.

So, any comments? Atau lo ada hal kecil lain yang bikin lo happy? Post them below!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s