Mengejar Aurora: Bagaimana Aurora Borealis Terjadi?

Dear passengers,” kata sang kapten sambil mematikan lampu kabin. “In 10 seconds, if you’re sitting on the left side of the plane, you’ll see the Northern Lights from the window seat.”

Anjayyy!

Seketika itu juga, kabin penerbangan Norwegian Air itu riuh rendah. Semua penumpang celingukan mencoba melihat langit melalui jendela di sisi kiri pesawat. Mereka yang duduk di bangku kanan cuma bisa gigit jari di 10 menit pertama, sampai penumpang yang di sisi kiri puas melihat Northern Lights.

Iya. Malam itu, di dalam penerbangan Oslo ke Tromsø di pertengahan Februari 2018, adalah pertama kalinya gue melihat Northern Lights, atau yang disebut juga Aurora Borealis.

Berbeda dari video-video Aurora yang gue lihat di Internet, Aurora yang gue lihat di atas sana redup dan sulit dilihat tanpa memicingkan mata. Aurora yang terlihat di penerbangan malam itu kaya kabut. Bedanya dengan kabut biasa, “kabut” yang gue lihat malam itu terlihat seperti rumput — berwarna kehijauan, dan memiliki tanduk yang pelan terbelai angin.

Aurora Borealis di malam berikutnya terlihat berbeda. Puluhan kilometer dari Tromsø, di antara gunung-gunung bertudung salju, cahaya langit itu muncul. Walau awalnya fenomena tersebut cuma terlihat seperti kaki gunung yang berpendar, dalam 15 menit, Aurora Borealis malam itu sudah membelah angkasa. Indah banget.

Dan pada hari itu juga, gue berulang tahun ke-29.

Happy birthday, Febiyan.

“Wih, keren! Jadi gimana caranya biar gue juga bisa jadi sekeren kakak ngeliat Aurora Borealis?”

Fear not, Young Padawan. Ini adalah awal dari 2 artikel berseri tentang Aurora Borealis dan perencanaan liburan melihat Aurora Borealis.

Di artikel ini, gue akan bahas dulu apa itu Aurora Borealis, dan bagaimana itu terbentuk, dan segala detail yang gue tahu. Supaya lo bisa lebih memahami apa yang akan lo baca di artikel berikutnya (dan yang lagi gue tulis), lo lebih baik baca artikel ini dulu.

Di artikel berikutnya, gue akan berbagi tips-tips perencanaan liburan buat melihat Aurora Borealis. Gue akan share kota mana yang mesti lo kunjungi, kapan lo mesti pergi, apa aja yang mesti lo bawa, mesti bawa uang berapa banyak, dan tips-tips berharga lainnya.

Cerita Sang Aurora

Aurora Borealis, atau Northern Lights, adalah fenomena alam yang dimulai dari peristiwa di matahari yang namanya Coronal Mass Ejection (CME), atau Solar Flare.

“Hah? Solar Flare itu apa sih, kak?”

Solar Flare terjadi ketika materi bermuatan listrik yang berada di permukaan matahari meledak. Ketika Solar Flare berlangsung, matahari melempar partikel-partikel bermuatan listrik (proton dan elektron) ke angkasa. Kumpulan partikel-partikel yang terbang dalam satu muntahan yang sama disebut Solar Wind (angin surya).

a photograph of a green aurora
Gambar diambil dari halaman web NASA

Ketika ada partikel bermuatan yang terbang mendekati Bumi, Bumi akan mencoba menangkis partikel tersebut dengan menggunakan medan magnetnya. Tapi, nggak semuanya tertangkis — tidak semudah itu, Ferguso. Sebagian partikel-partikel tersebut akan kembali ditarik oleh kutub-kutub magnet Bumi.

Setelah ditarik oleh kutub-kutub magnet Bumi, partikel-partikel tadi akan bertabrakan dengan atom-atom oksigen, nitrogen, dan senyawa lainnya, puluhan kilometer di atas permukaan laut. Tabrakan itu lah yang akan menghasilkan photon — partikel yang kita lihat sebagai cahaya warna-warni. Sayangnya, cahaya ini kalah terang sama cahaya matahari, jadi cuma bisa terlihat dengan mata telanjang ketika langit gelap.

Cantik, tapi cuma bisa dilihat, gak bisa disentuh. #okecukup

Selain itu, ketika partikel-partikel tadi bertabrakan, medan magnet di sekitar kutub-kutub magnet Bumi akan terguncyang. Seberapa besar guncyang-annya mempengaruhi seberapa kuat penampakan Aurora Borealis, dan itu bisa diukur. Gue akan bahas ini di artikel berikutnya.

Ketika fenomena ini terjadi di kutub utara, fenomena itu dinamakan Aurora Borealis. Ketika terjadi di kutub selatan, fenomena itu disebut Aurora Australis atau Southern Lights. Dan karena gue belom pernah ngetrip buat ngeliat Aurora Australis, gue nggak akan membahasnya di sini.

Okay, sekarang kita tahu kalau Aurora Borealis dipengaruhi kutub utara magnet Bumi. Anehnya, peristiwa Aurora Borealis itu nggak terjadi tepat di atas kutub utara Bumi, tapi di sekitar sisi terluar Arctic Circle.

“Bentar, Yan. Apa lagi itu Arctic Circle?”

Arctic Circle?

Arctic Circle itu adalah area di sekitar kutub utara, yang karena saking utaranya, di satu hari yang sama bisa cuma ada malam atau siang aja. Siang yang lamanya 24 jam itu lah yang dinamakan Midnight Sun (matahari begadang). Gak kebayang kaya gimana? Ya kaya begini:

Mau tahu Arctic Circle itu di mana, dan negara apa aja yang terletak di sana? Coba perhatikan gambar di bawah ini.

Arctic Circle – by Wikipedia

Area berbentuk lingkaran yang dibatasi garis biru putus-putus adalah Arctic Circle. Ada beberapa negara yang berdiri di atas sana: Norwegia, Swedia, Rusia, Greenland, Kanada, dan Amerika Serikat. Dan kalau lo pernah googling tentang “liburan melihat Aurora”, lo akan sadar satu hal dari gambar di atas: Islandia, salah satu negara yang “jualan” Aurora Borealis, nggak termasuk di dalam Arctic Circle.

“Lah, kok bisa gitu? Katanya Aurora Borealis terjadi di Arctic Circle?”

Kalau lo ingat pelajaran PPKn waktu sekolah dulu, lo pasti ingat bahwa kutub utara geografis Bumi itu nggak sama dengan kutub utara magnet Bumi. Kutub utara geografis Bumi adalah sumbu putar paling utara Bumi, sedangkan kutub utara magnet Bumi itu adalah sumbu magnet Bumi — dan terletak di sekitar bagian utara Greenland.

Iya, keduanya tidak bertumpuk di satu titik yang sama.

Aurora Oval

Karena lebih dipengaruhi kutub utara magnet Bumi, bukan kutub geografis, Aurora akan menjalar mengelilingi kutub utara magnet Bumi. Kalau fenomena Aurora Borealis sedang terjadi, dari luar angkasa akan kelihatan kaya begini:

Aurora Oval – by SpaceWeatherLive

Seperti yang tergambar di atas, ternyata Islandia juga dilalui “jalur” Aurora. Terjawab sudah semua pertanyaan hidup.

“Jalur” berbentuk cincin ini adalah yang disebut Aurora Oval; karena kalau dilihat dari luar angkasa, “jalur” ini nggak berbentuk lingkaran sempurna, tapi lebih seperti oval. Lalu, kalau lo perhatikan lagi, beberapa area paling utara di Bumi justru tidak tertutupi Aurora Borealis! Menarik.

Apa artinya? Artinya, ketik lo mau melihat Aurora Borealks, lo harus pergi ke lokasi-lokasi yang “cukup utara” aja. Jangan ke yang “terlalu utara”.

“Contoh lokasinya apa kak?”

Wets. Santai, Chicarito. Tunggu artikel gue berikutnya. Di artikel berikutnya, gue akan bahas detail soal tujuan dan segala tips wisata Aurora Borealis.

Rangkuman

Sebelum gue menutup artikel ini dan menulis artikel berikutnya, berikut rangkuman poin-poin yang sudah gue bahas tadi:

  • Aurora terjadi ketika ada aktivitas magnetik di matahari, dan kekuatan aktivitas magnetik tersebut mempengaruhi seberapa kuat penampakannya
  • Aurora terjadi puluhan kilometer di atas permukaan laut
  • Cahaya Aurora Borealis kalah terang sama cahaya matahari
  • Aurora Borealis terjadi di sekitar bagian terluar Arctic Circle, membentuk Aurora Oval

Thanks for reading and see you in the next article!

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Arny Dulishaputri says:

    woow seperti biasa ya..ini emg kayak ngobrol sama lo gt. Semua dijelaskan secara detail di bagian ilmu pengetahuan. Kayak wikipedia berjalan tapi ada selipan-selipan kalimat yg bikin sedikit senyum-senyum sendiri. Btw, ngga sabar nunggu tips and trik ngejar si Aurora 😝

    Like

    1. Gue jadi terharu baca komen lo Ny! Thanks banget! 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s